Surabaya, skalainfo.net | Dalam rangka mencari ASN yang mumpuni dalam mengisi posisi sebagai Kasubag TU UPT Diklat Malang, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat mengadakan open Bidding (seleksi terbuka) yang di ikuti peserta ASN intern Perwakilan BKKBN seluruh Provinsi. Hal itu disampaikan Kepala Biro SDM BKKBN Pusat, Viktor H Siburian, S.E., M.Si.
“BKKBN di UPT Malang melaksanakan seleksi untuk eselon IV menduduki posisi Kasubag TU. Peserta sudah lakukan penulisan makalah, hari ini kita akan wawancara pengin ketemu pilihan terbaik di jabatan itu,” ujar Viktor di kantor Perwakilan BKKBN Jawa Timur, jalan Airlangga Surabaya.
“Para peserta bukan hanya dari provinsi Jawa Timur saja, tapi dari seluruh BKKBN di Indonesia, dan punya kesempatan yang sama. Para peserta yang sudah memenuhi syarat, kita umumkan. Siapa yang berhak untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Dari hasil pemeriksaan administrasi kemarin ada 3 pelamar yang lolos. Salah satunya berasal dari Jawa Timur,” ujar Viktor. Jumat (22/10/2021) pagi.
Menurut Victor, Open Bidding digelar untuk mencari ASN yang paham fungsi jabatan yang diemban dalam rangka pencapaian program Bangga Kencana.
“Menyelenggarakan administrasi yang baik strategi pengelolaan sumber daya pengolahan keuangan , untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kompetensinya dalam melaksanakan program-program BKKBN,” ujarnya.
Diluar Open Bidding, dalam pelaksanaan kerja Biro SDM BKKBN yang dipimpinnya, Viktor menerangkan untuk meningkatkan kompetensi ASN di ruang lingkup kerja BKKBN, dengan selalu meningkatkan inovasi-inovasi untuk pencapaian program.
“Untuk meningkatkan kompetensi ASN di masa pandemi, BKKBN melakukan inovasi, hal itu seiring dengan arahan bapak Presiden, BKKBN bekerjasama dengan Pusdiklat kita melakukan pembelajaran e-learning. Jadi sebenarnya tanpa dibatasi ruang dan waktu setiap Insan BKKBN itu bisa belajar dan modul-modul pembelajarannya sudah disiapkan,” ujar Viktor.
Terkait penanganan Stunting, dimana BKKBN ditunjuk Presiden sebagai koordinator dalam penurunan Stunting, Viktor mengutarakan ada unit teknis yang mengelola program penurunan Stunting.
“Stunting itu dimulai dari hulu ke hilir. Bagaimana merancang seseorang untuk menghasilkan anak. Berarti kan persiapan dari pernikahan. Ada bagian Ketahanan Remaja, di sana diajarkan, bagaimana remaja-remaja mempersiapkan diri dengan merancang dan mempersiapkan pernikahan. Bagaimana kita merancang kan dari awal dengan mempersiapkan pernikahan ada batasan usia untuk perempuan dan laki-laki,” ujar Viktor.
Viktor melanjutkan, selain mempersiapkan perkawinan, merencanakan kehamilan merawat bayi sangat penting, supaya bayi bisa tumbuh kembang yang sehat. “Jarak kelahiran harus dipersiapkan, sehingga bisa merawat bayi dengan baik, dan memberi kasih sayang terhadap bayinya,” ujarnya. (Yosi/red)
