Baubau, Skalainfo.net| Pengurus cabang Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Baubau melakukan aksi unjukrasa di depan kampus Universitas Muhamadiyah Buton, di jalan Betoambari. Dalam pernyataan sikapnya mahasiswa menuntut agar pemerintah dalam hal ini Walikota Baubau untuk segera mencopot Direktur BLUD RSUD Kota Baubau karena dinilai telah melakukan penyimpangan yang berakibat kerugian kepada negara, Selasa, 31/8/2021.
Dari hasil investigasi dan temuan mereka di lapangan, telah ditemukan 2 kasus penyimpangan anggaran. Yaitu kelebihan pembayaran atas kegiatan belanja modal pada pekerjaan pembangunan atau Rehab Ruang Isolasi Covid-19 senilai Rp. 235,751,911.
Kedua, kelebihan pembayaran pekerjaan pembangunan gedung PICU (Pediatric Intensive Care Unit) Ruang perawatan intensif senilai Rp. 76,720,121.
Masa aksi juga berharap kepada DPRD Kota Baubau sebagai perpanjangan tangan masyarakat agar dapat bekerja maksimal dalam mengawasi program pemerintah, agar kedepanya tidak terjadi lagi hal serupa yang dapat merugikan masyarakat dan juga pemerintah, ucap salah satu pengunjuk rasa.
Dari pantau awak media yang meliput dilapangan, belum ada pihak atau perwakilan dari BLUD RAUD Baubau yang menyatakan sikap dalam orasi yang di gerkakan oleh mahasiswa (PMII) Kota Baubau. (Red/Rachmat).
