• June 19, 2021

Dinas KUKM Kota Tangsel, Pengembangan Skala Mikro Dan Peningkatan SDM Serta Desain Teknologi

 Dinas KUKM Kota Tangsel, Pengembangan Skala Mikro Dan Peningkatan SDM Serta Desain Teknologi

Tangsel, Skalainfo.net| Pengembangan skala mikro yang terpusat kepada pelaku usaha ekonomi kreatif KUKM dalam pemasaran serta peningkatan sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya diera pasar global saat ini. Dengan banyaknya pelaku usaha yang datang dari luar menjadi pesaing, maka Dinas KUKM Kota Tangsel memfasilitasi bintek kepada binaan para pelaku usaha skala mikro subtansi pengolahan produksi hingga desain teknologi dalam angkatan pertama, diresto Saepisan, BSD, 6/4/2021.

“Sebelum dimulai pembukaan kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas KUKM Kota Tangerang Selatan Deden Deni, SE., MM turut mendampingi Kabid UKM Kota Tangerang Selatan Anafrizal”.

Team ahli yang membidangi materi bintek angkatan pertama sebagai nara sumber, Dr. H. Rodani, M.Si Direktur LPPOM MUI Provinsi Banten, Wahyu Susilo, S.3 Kepala SPI LPPOM MUI Provinsi Banten, Drs. A. Samsudin Kabid Auditing LPPOM MUI Provinsi Banten turut menyemangati pelaku usaha KUKM skala mikro Kota Tangerang Selatan.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, dia memaparkan peluang ekonomi di Kota Tangsel ini sangat besar sekali, dan jangan sampai disia-siakan kesempatan ini, para pelaku usaha mikrolah nantinya yang akan menjadi aktor dan metris di Kota tangsel ini, ungkapnya.

Masih dikatakannya bahwa pelaku usaha ekonomi ini harus kita pikirkan, dengan pelatihan pembinaan hari ini untuk pelaku usaha ekonomi mari kita bersaing sehat dan secara plan. Pemerintah Kota Tangsel akan mendorong khusus untuk para pelaku ekonomi kreatif lebih maju dan membuka ruang seluas-luasnya, serta mempertemukan para produsen-produsen dengan pelaku usaha kreatif UMKM. Saya mengucapkan selamat mengikuti standarisasi produk UMKM “halal” Kota Tangerang Selatan, dimulai, pungkasnya.

Ditempat terpisah H. Rodani mengatakan, Pemerintah Kota Tangsel mempasilitasi dan mendorong para pelaku usaha skala mikro proses sertifikasi halal. Karena sekarang mendatori Undang-undang Nomor : 33 Tahun 2014 Pasal. 4 meyatakan semua produk untuk dipasarkan harus disertifikasi halal. Tentunya dalam sertifikasi halal itu melalui proses supaya makanan itu tidak terkontaminasi dari bahan zat pewarna didalam makanan itu sendiri. H. Rodani menambahkan, pengauditan makanan halal itu disini bukan untuk menyalahkan pruduk mereka namun kita mengarahkan agar lebih paham dengan produk yang pasarkan.

Untuk mengetahui makanan itu halal ataupun tidak itu adalah mereka sendiri, kalau misalanya sayur timun, tomat itu hanya dicuci menjamin halal, bila keterkaitannya dengan bahan susu dan coklat yang tidak produksi itu ada kekhawatiran bahan lain tanpa sepengatahuan kita terkontaminasi oleh sebab itu kita lakukan audit makanan agar mereka memahami jenis makanan yang dapat dipasarkan.

Bahan kemasasn pelastik saat ini sudah ada halalnya sambung H. Rodani, sertifikasi halal itu nantinya bukan hanya pada makanan dan minuman termasuk barang jasa dan lainnya harus ada jaminan halalnya. Tujuan proses sertifikasi halal itu ada dua mamfaat kepada masyarakat, tujuan pertama adalah melindungi konsumen kedua adalah membangun keparcayaan konsumen terhadap produsen pelaku usaha, pungkas H. Rodani.

“Pelaku usaha ekonomi skala mikro Kota Tangerang Selatan sangat antusias dengan adanya bintek yang difasilitasi oleh Dinas KUKM Kota Tangerang Selatan selama tiga hari kedepan”.

Seorang auditor yang berpengalaman dibidang pemaparan sertifikasi halal dari LPPOM MUI Provinsi Banten Wahyu Susihono, S3 mengatakan, kami memberikan edukasi kepada peserta pelaku usaha skala mikro KUKM bagaimana mudahnya untuk sertifikasi halal. Selama ini mereka sangat susah ya untuk proses bisnis memferifikasi produk mereka menjadi produk halal. Setelah menerangkan edukasinya sampai akhir mereka para pelaku usaha skala mikro mengidentifikasi produk apa saja yang sudah diverifikasi, perusahaan apa dan kelompok mana yang sudah terealisasi.

Di LPPOM MUI itu sudah ada 35 item atau kelompok produk, nah bila ada satu jenis yang ada dikelompok produk itu maka dia bisa mengembangkan usaha itu secara terverifikasi halal dan dibantu oleh Dinas KUKM terkait, kalau tidak ada berbeda dalam 35 jenis produk itu maka dia harus memilih jenis produk yang sama dengan jenis 35 item produk itu atau ikut yang sama dengan produk itu, katanya.

Ditmbahkanya, kita ingin membuka bahwa sebetulnya mudah lho selama kita tahu pedomannya dan kita memasukkan beberapa yang dibuat mereka siapkan untuk diajukan. 35 item kelompok produk yang disertifikasi ketetapan halal pedoman dari LPPOM Pusat, dari 35 para pelaku usaha skala mikro menentukan jenis produk mereka yang sertifikasi. Nanti ujungnya sertifikasi ketetapan halal yang dikeluarkan LPPOM ini menyesuaikan kelompok produknya. Kalau kelompok produknya jumlahnya ada tiga ya sertifikatnya juga tiga, kalau produknya satu sertifikatnya juga satu. Saat ini ada pembatasan ketentuan dari Dinas terkait, satu industri satu sertifikasi halalnya.

Kelompok produk pelaku usaha ekonomi skala mikro yang sertifikasi halal nantinya akan mendapatkan nomor unik yang mana salahsatu contoh produk roti itu akan diberi nomor unik disitu, ketika itu nanti akan ditrasing setelah dia memiliki sertifikasi halal dari nomor tersebut akan diketahui bahwa itu adalah kelompok roti tidak akan bisa dipakai oleh kelompok lain atau dimamfaatkan nomor unik tersebut, pungkas Wahyu Susihono, S3 seorang ahli sosialisasi pelatihan informatika produk halal dari LPPOM MUI Provinsi Banten.

“Jumlah anggota peserta para pelaku usaha skala mikro KUKM Dinas Kota Tangsel kurang lebih 100 orang, mereka sangat menikmati edukasi pemaparan yang dituangkan dari team ahli nara sumber LPPOM MUI Provinsi Banten”.

Ditempat yang sama Resto Saesipan BSD, kepala bidang Auditing (produk halal kosmetik) Drs. A. Samsudin dalam paparannya bahwa perlunya kita ketahui setiap produk yang kita pakai sudah melalui sertifikasi halal, bila tidak melalui barkot halal dikhawatirkan produk itu adalah haram, katanya.

Diruang seminar pemutaran video berdurasi pendek memperlihatkan cara-cara produsen mengolah hewan babi menjadi salahsatu produk kecantikan dan dipasarkan untuk manusia. Tentunya ini tidak wajar khusus untuk orang muslim memakai produk ini, oleh karena itu disini kita akan menjelaskan penting dalam sebuah produk memakai sertifikasi halal, ucap Samsudin dalam mediatoring seminar bintek yang difasilitasi Dinas KUKM Kota Tangerang Selatan.

Masih dikatakannya, apa saja jenis pelaku usaha skala mikro lakukan itu boleh-boleh saja asal jangan memakai unsur hewan yang diharamkan oleh pemerintah. Pemerintah sudah mengeluarkan fatwa-fatwa yang dilarang dalam suatu produk makanan dan kosmetik yang mengandung unsur haram. Dalam Undang-undang Nomor : 33 Tahun 2014 yang sudah ditetapkan dan pada Pasal. 4 sudah dijelaskan, setiap barang dan makanan yang dipasarkan itu harus mendapatkan sertifikasi halal dari pemerintah, pungkasnya. (Red/Andi Leonardo). (exclusive).