• January 23, 2021

Tanggapi Hasil MCP KPK, Dr. Roni Muhtar Tegaskan OPD Tingkatkan Koordinasi

 Tanggapi Hasil MCP KPK, Dr. Roni Muhtar Tegaskan OPD Tingkatkan Koordinasi

Baubau-Sultra, Skalainfo.net| Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd. menegaskan agar Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Baubau lebih meningkatkan koordinasi. Hal ini terkait dengan hasil Monitoring Control for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2020 Kota Baubau hanya mencapai 68%.

Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui di ruang kerjanya usai menggelar rapat evaluasi capaian MCP KPK tahun 2020 dan perencanaan capaian tahun 2021 di aula lantai 2 kantor Walikota Baubau, Rabu, (13/1/2021).

Dr. Roni Muhtar menjelaskan, MCP KPK adalah instrumen yang digunakan oleh KPK untuk menilai capaian upaya pencegahan korupsi melalui program Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah). Dari hasil penilaian MCP KPK tersebut kota Baubau baru mencapai 68% atau diindikasikan dengan warna biru di tahun 2020 dengan berdasarkan tujuh elemen penilaian.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuh elemen penilaian tersebut ialah perencanaan dan penganggaran, pelayanan terpadu satu pintu, pengadaan barang jasa, Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), manajemen ASN, pengelolaan PAD, dan manajemen aset.

“Pada dasarnya capaian tahun 2020 ini lebih meningkat dari pada tahun 2019 lalu. Di mana pada tahun 2019 kita mencapai 65%. Memang tidak banyak peningkatannya akan tetapi elemen penilaiannya di tahun 2020 itu lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2019,” tuturnya.

Ditambahkan, dari hasil refleksi ini pihaknya mencoba mengevaluasi kelemahan dari capaian saat ini dan bagaimana meningkatkan capaian di tahun 2021. Menurutnya, dengan analisis yang tepat pemerintah Kota Baubau dapat menyusun rencana perbaikan secara terukur dan obyektif. Upaya seperti ini dapat membangun optimisme kita atas kemungkinan capaiannya.

“Kita harus tingkatkan kondisinya agar semakin lebih baik, singkatnya bahwa kita punya petunjuk yang jelas tentang arah kita melangkah untuk melakukan perbaikan. Saya juga sudah menegaskan bahwa perlu ada target. Dari masing-masing item MCP itu harus dibuatkan target capaiannya,” imbuhnya.

Jenderal ASN Kota Baubau ini juga menegaskan agar ada rencana aksi untuk tahun 2021 demi mencapai target tersebut secara terukur. Untuk itu ia menekankan agar setiap OPD dapat berperan aktif dalam peningkatan MCP tersebut.

“Setiap OPD harus meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Untuk menjamin pelaksanaan pencapaiannya maka integrasi aplikasi yang sudah ada di masing-masing OPD selama ini didorong lebih cepat agar kita dapat mencapai target yang kita inginkan yaitu di atas 90%,” tandasnya.

Lebih lanjut Dr. Roni Muhtar mengungkapkan, sebagai Sekda yang bertugas untuk membantu Wali Kota maka ia harus menangani semua persoalan tersebut agar tidak mati ditangan. Untuk itu ia menegaskan agar setiap saat, Inspektorat selalu menyampaikan laporan kemajuannya.

“Saya tidak ingin permasalahan yang ada disimpan-simpan. Harus segera direspons, karena ini lintas koordinasi antar OPD maka Inspektorat harus dapat menjadi koordinator untuk kemudian memberikan laporan kemajuannya setiap saat kepada saya,” ujarnya.

Meski demikian, Dr. Roni Muhtar juga mengakui, selama ini pemerintah Kota Baubau telah melakukan banyak inovasi-inovasi. Namun ia menyadari, inovasi-inovasi tersebut belum dikelola dengan baik sehingga tampak seolah berdiri sendiri-sendiri.

“Banyak hal inovasi yang sudah kita lakukan, akan tetapi belum dikelola dengan baik soal kelengkapan dan integrasi datanya. Ini harus segera dituntaskan permasalahannya sehingga bisa memberikan manfaat terhadap peningkatan penilaian MCP kita di tahun 2021 ini,” pungkasnya. (Red/Yusry).

Autentikasi : DINAS KOMINFO BAUBAU.