• October 31, 2020

Pemilihan Ketua IPSI Jakarta Selatan Menuai Kekecewaan Para Peserta

 Pemilihan Ketua IPSI Jakarta Selatan Menuai Kekecewaan Para Peserta

Jakarta, skalainfo.net | Beberapa Perguruan Pencak Silat Wilayah Jakarta Selatan Kecewa, panitia penyelenggara di duga adanya oknum saat pemilihan Ketua IPSI Jakarta Selatan  Melanggar AD/ART,  Sabtu (10/10/2020)

Ketua Bidang Prestasi perguruan pencak Silat Singa Putih Indra  mengungkapkan rasa kecewa kepada awak media,proses pemilihan dan sebagai nya tidak ada keterbukaan,saya mengajukan revisi untuk perbaikkan bab 4 yang isi nya pasal 6 ayat 3 dan 4 untuk dihapus kan,tetapi disaat saya mengajukan permohonan langsung diketuk tidak ada ijin diterima atau tidak.

Saya keras kenapa Karana undangan nya saya sebagai peserta bukan peninjau,seharusnya tata tertib itu sebulan sebelumnya diberikan ke kami, Karena kami dari PP singa putih bertekad ingin menjadikan tradisi menjadi prestasi.

Yah, saya berharap jangan sampe oknum -oknum di dalam IPSI Jakarta Selatan ini mengacau  prestasi yang ada di Jakarta Selatan,  makanya kita minta untuk pasal tersebut di hapus kan,

Alasan nya Deadlock karena tidak sesuai dengan AD/ART dan hati nurani saya ,karena kita punya hak suara ,  di panggil dan di undang , ada satu catatan di saat semalam saya mendapat undangan banyak tidak bagus nya , mengintimidasi salah satu pengurus dan sebagai nya , saya berharap ada keadilan di Jakarta Selatan khusus nya orang Betawi main pukul Betawi di angkat,
prestasi banyak tapi tertutup maka dari itu saya mengajukan Deadlock ,

“jujur kita ini di jebak ingin mendapatkan suara terbanyak , tetapi menggunakan aturan – aturan yang di buat sendiri yang tidak berujung kepada AD / RT yang  berlaku , ini yang membuat kami sangat kecewa , saya berharap ke depan mudah – mudahan ini menjadi pembelajaran buat kita semua ,mari kita revisi ,evaluasi dan perbaiki dengan duduk bareng supaya tercapai kesepakatan dalam musyawarah,”jelasnya,

Di tempat yang sama pembina perguruan Sanggar generasi Muda Budaya Betawi Fiansyah di sapa ( Babe Doel)  menambahkan ,saya dan teman – teman sangat kecewa dengan kondisi yang memang sudah di setting oleh panitia , undangan sebagai peserta yang mempunyai hak pilih ternyata malah di geser menjadi peninjau,

Saya berharap yang namanya panitia itu netral tidak berpihak, biarkan peserta yang menentukan , dari awal sudah kelihatan kita tidak punya hak suara sebagai peserta,

Aneh nya di sela acara panitia berkata absen nya hilang , dari kesimpulan ini memang sudah ada permainan, saya mewakili teman – teman sepakat untuk pelaksanaan Maksot hari ini kita Deadlock ,tujuannya agar mereka lebih mengekedepankan, keterbukaan untuk memperbaiki apa – apa yang menjadi kekurangannya,

Selain itu “kepanitiaan harus netral ” Artinya tidak berpihak ke A atau ke B , serahkan semua kepada seluruh peserta untuk menentukan hasilnya,

Harapan saya dengan sangat optimis sekali pemprov akan mengambil sikap dan keputusan yang bijaksana , saya orang tradisi tergugah hati sama- sama ingin memajukan pencak silat tradisi menjadi prestasi,  khusus nya di Jakarta Selatan.”tutur Babe Doel,( Novi/red),