• October 26, 2020

Kemenparekraf Sosialiasi Panduan CHSE MICE

 Kemenparekraf Sosialiasi Panduan CHSE MICE

Tangerang, Skalainfo.net| Acara pemaparan dan penyuluhan penanganan covid-19, dengan menerapkan CHSE (clean health safety enviroment) yang dihadiri oleh Dinas Pariwisata Propinsi Banten dan DPD ASPPI Banten, Aspreda Banten, ASITA Banten, serta PHRI Banten, bertempat di Hotel Atria Gading Serpong Tangerang, Kamis, 08/10/2020.

Deden Sunandar ketua Asperapi Banten mengatakan, “Kalau Bicara PSBB mengganggu tidak mengganggu ini kan harus tetap dijalankan, oleh sebab itu pemerintah menerapkan untuk menghindari kerumunan dan mengantisipasi penyebarannya jangan sampai terkena virus Covid-19, tapi tentunya ini yang perlu kita sikapi secara bijaksana di mana Covid -19 ini bukan berarti kita harus diam.

Jadi memang harus ada keseimbangan antara penanganan Covid dengan lajunya pertumbuhan ekonomi dan saya berharap Pemerintah Provinsi Banten yang telah mengeluarkan regulasi-regulasi, sehingga PSBB atau pun antisipasi penanganan Covid tidak berarti off.

Dengan adanya panduan CHSE protokol kesehatan yang sudah di keluarkan oleh Kemenparekraf, kami berharap menjadi angin segar agar kami bisa kembali bangkit, tetapi tentunya didukung oleh regulasi Pemerintah Provinsi Banten” tutur Deden.

Hal yang sama di sampaikan Ririn Widiarti dari pengurus PHRI Banten mengatakan, menurutnya saat ini aktifitas pariwisata seperti kena blok akibat covid -19, tapi ini juga harus dihadapi oleh pelaku industri Hotel dan Restauran lainnya.

Adanya panduan CHSE ini Pemerintah Provinsi Banten tentunya diperlukan sehingga dapat bersinergi bersama dalam menghadapi keterpurukan ini sama-sama dihadapi, pungkas Ririn.

Ditempat yang sama, pengurus DPD ASPPI Banten Irma Rahmawati menuturkan, perlunya panduan CHSE khusus nya didunia Pariwisata. Panduan ini dianggap sangat bermanfaat dalam menghidupkan kembali para pelaku pariwisata. Karena selama pandemi ini kami tidak bisa bergerak.

Sehingga harap-harap cemas atas keberlangsungan hidup kami, berharap program ini dapat diikuti oleh pemda terkait panduan dan untuk diikuti oleh pemilik destinasi wisata, ucap Irma.

Pengusaha Rental Daerah Banten, Muhamad Aris mengakui, Asperda DPD Banten bagian dari pariwisata tidak menutup kemungkinan tranportasi dari bulan Maret sampai sekarang sudah banyak anggota kami gulung tikar, harapan kami dengan kondisi seperti ini se-segera mungkin untuk mempromosikan kembali wisata Indonesia. Kami selaku team di lapangan siap mendukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pungkas Aris. (Red/Novi).