• October 29, 2020

Pertahanan Kesehatan Masyarakat Dengan Jamu-jamuan Perjamuan Agung Manusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total 2020

 Pertahanan Kesehatan Masyarakat Dengan Jamu-jamuan Perjamuan Agung Manusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total 2020

Purwosari, Skalainfo.net| Kekuatan Jampi Jampi Multidimensi Multifungsi Multi kecerdasan di Jagad Renovasi Total 2020. Saat itu Kita sudah terhubung dengan Herman Cakra salah satu mantan Penasehat Hukum Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia; GP JAMU Indonesia, dan Mantan Direktur Perusahaan Industri Obat Tradisional di Kota Lawang, ASIMAS PT. AGARICUS SIDO MAKMUR SENTOSA, Beliau menyebutkan bahwa Esensi Substansi dari Jamu-Jamuan Perjamuan Agung Manusantara Indonesia sejak dahulu kala oleh Para Pendahulu serta Kakek Nenek Moyang Bangsa Penemu, Leluhur Jiwa Murni Suci Mulia Kita Semua ini, terletak pada JAMPI JAMUnya, ya JAMPI JAMPI JAMU~Nya, adaNya WadahNya. Kamis Pahing, 8 Oktober 2020.

Menurut Ki Warno, sudah saatnya Kita mengembangkan Kurikulum dan Tindakan secara berkesadaran murni, utuh, seimbang dan sampai pada aktivitas bersedia menjadi Indonesia seutuhNya yaitu Aktivasi Seni Budaya Spiritual Multi Agama, Multi Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Multi Budaya; Untuk Proses Progres Program Penguatan Kekuatan Jampi Jampi Jamu Jamuan Perjamuan Agung Manusantara Indonesia Lahir Baru, Jagad Renovasi Total 2020, yang sedang Kita butuhkan dan;

Kita tempatkan secara umum untuk Peningkatan Derajat Pertahanan ~ Ketahanan Kesehatan Keluarga dan Masyarakat, dan; secara khusus untuk menangani, mencegah hingga menyembuhkan total, bagi Kesehatan BADAN JIWA RUH, dari serangan politis dan real ghoib nyata dari Pandemic Covid 19, di kediamannya, Jalan Mukibat, Purwosari Raya, Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Rabu Wage, 07/10/2020.

Ibu Palupi dari Materi Medika Indonesia di Kota Batu Malang Raya, yang baru dapat penghargaan dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta Terbaik dan Terbesar di Kota Surabaya, Universitas Ubaya Surabaya, menyebutkan dengan tegas, “Insya Allah akan tetap menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang yang tidak lepas dari budaya dan identitas bangsa”.

Tanaman obat adalah warisan leluhur, bukan uang; Dengan Kekuatan Jampi JampiNya dan SenTuhan Tangan Terapi Pijat Rumah Sehat Holistiknya, Iis Sumiati Ketua Jamu Nusantara Indonesia, mengeluarkan ilmu pengetahuan pengetahuan ilmunya di bawah ini : Filosofi Jamu dalam kehidupan ini. Jamu Jampi ~ Jampi Jamu istilah ini merupakan sesuatu yang saling penjelasan dan menguatkan satu sama lainnya.

JAMU JAMPI ~ JAMPI JAMU merupakan sesuatu yang tidak sembarangan karena ini adalah Warisan Turun Temurun dari nenek moyang Kita… Ibu Jamu adanya di Jawa. Jamu ada 8 rasa di ambil dari Energi Enerjologi Esensi Substansi 8 penjuru angin yang menjadi Lambang Energi Enerjologi Surya Majapahit Wilwatikta.

8 Jenis jamu tersebut adalah; Kunir asem, Beras kencur, Cabe puyung, Pahitan, Kunci suruh, Kudu laos, Uyup uyup/gepyokan, Sinom.

Kedelapan Jamu Gendong ini di minum dalam urutan rasa… di mulai dari asam, manis, pedas, hangat, pahit, tawar, basah, asin hingga manis kembali. Urutan manis itu ada Filosofi nya Rasa Manis adalah; semasa balita kunir di ambil dari Kulit jadi Semu Kuning tempat Kamu di lahirkan, asam umur 11 sampai 15 manusia melihat samar-samar kehidupan sebenarnya.

Beras kencur dimaknai sebagai beberiang alas tan kena diukur atau luas nya dunia belum bisa di kira-kira fase ini masuk kedewasaan, rasa ingin tau dan egoisme kadang tidak memikirkan akibat nya. Rasa jamu kunir asem adalah jamu adem ademan atau segar segaran. Jamu ini untuk mendingin kan kalau bersipat panas. Cabe Puyang fase ini menggambar kan labil manusia pada usia muda dewasa…

Cabe Puyang mengajarkan lebih hati hati dengan ucapan dan konsisten mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Begitu Cabe Puyang mengajari perihal semua paparan dan lembaran kehidupan, saatnya belajar Ki Pahit, asupan perlindungan imunitas sepanjang masa.

Kunci Suruh Filosofi Kunci adalah bumbu penyedap suruh atau sirih berbagai khasiat atau obat, pada masa ini lah manusia banyak sakit. Tahap ini lah Kunci sukses nya dan pada tahap ini lah banyak sakit dan banyak penyakit butuh diurai di pelajari dan di tangani dengan penuh rasa ingin tahu, meneliti dengan rasa bahagia mencari jawaban dan solusi terbaik. Suruh adalah harus menjaga kesehatan kewanitaan, sehingga begitu banyak nya keluhan sakit wanita di usia ini.

Uyup Uyup Filosofi nya… Kepasrahan seorang hamba nya tulus dan iklas sebelum memasuki tahap baru yaitu alam baka…

Sirep tanpa nampa meminta apa apa Jamu dengan rasa manis ini awal dan akhir sebuah kehidupan yang harus di jalani manusia dengan seimbang antara… Alam tumbuhan dan manusia itu sendiri satu kesatuan. Jamu adalah holistik… menyeluruh satu kesatuan akar batang kayu ranting kulit daun bunga biji satu kesatuan… Sama juga manusia yang ada di alam ada di tubuh… Dalam menjalani asin garam kehidupan sebagai bumbu penyeimbang semua formula. Ditutup lah Penjelasan Jamu dan Contoh Jamu yang sarat nilai makna arti dengan FILOSOFI KEHIDUPANNYA.

“SenTuhan dari nanam sampai Proses Peracikan menggunakan senTuhan sen Tuhan..tiap senTuhan ada energi yang Allah alirkan melalui si Peracik,” Tambah Iis Sumiati.

Pak Nyoman Artha, Ketua Tani Bali dan Pelopor Perintis PASAR RAKYAT BALI di Tengah Tengah Pandemic Covid 19 menyatakan ini, Pepohonan adalah ruang bakar bagi planet ini dan tanah adalah Block mesinnya. Jika ruang bakar kita hancurkan (pepohonan kita tebangi, hutan kita hancurkan), maka motor tidak akan jalan, serta piston akan memakan combustion chamber. Jika hutan rusak dan bumi gersang, maka tanah akan rusak, banjir terjadi di mana mana. Oksigen tidak ada, dan energi panas matahari akan menghajar kita.

TEBA adalah salah satu hal yg paling esential dalam hidup ini. Semoga banyak yang menyadarinya. Di genapi oleh Solusi Laku Seni Budaya Spiritualnya oleh Mbah Nangsir, Kalibawang, Kulon Progo Yogyakarta Jawa Tengah, “cara untuk melestarikan petuah leluhur dengan 1. meneng (diam meneng manekung pucuking irung) 2. wening (dengan keheningan kalbu) 3. dunung (mengerti mengamalkan  Sabda Hyang Maha Agung)”. (Red/Cholil).

Penulis : Ki Warno dan Guntur Bisowarno S.Si., Apt.