• October 20, 2020

Paparan Di Polres Labuhanbatu. Niat NP Mau “Mantab-Mantab”, Malah Dipersangkakan Dengan Pasal 359 KUH Pidana

 Paparan Di Polres Labuhanbatu. Niat NP Mau “Mantab-Mantab”, Malah Dipersangkakan Dengan Pasal 359 KUH Pidana

Labuhanbatu,Skalainfo.net | Niat tersangka NP (41), warga Jalan Marathon, Kelurahan Siringoringo, Kecamatan Rantau Utara ingin “mantab-mantab” dengan korban Mrs X berakhir tragis, karena korban terjatuh kedalam sumur dan tewas di rumah orangtua tersangka di jalan Marathon, Kelurahan Siringoringo, Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.

Rencana tersangka untuk “mantab-mantab”, tidak jadi, karena korban jatuh kedalam sumur dan tewas tanpa sempat mendapat pertolongan.Tersangka bukannya menolong, malah meningalkan korban didalam sumur.

Disebut-sebut, antara korban dan tersangka baru saja berkenalan. Pertemuan keduanya berawal dari salah satu warung rokok ditugu Adipura pintu masuk kota Rantauprapat, Minggu (4/10/2020) sekira pukul 06:30 WIB.

Dari perkenalan yang cukup singkat itu, korban minta numpang mandi ke rumah tersangka, dan kemudian keduanya berjalan kaki kerumah orang tua tersangka di Jalan Marathon, Kelurahan Siringoringo, Kecamatan Rantau Utara yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pertemuan mereka.

Bahkan tersangka sempat memperkenalkan korban kepada orangtuanya yang saat itu sedang duduk di depan kedainya.”Inilah Bapakku,” kata tersangka kepada korban dan korban lalu menyalam dan mencium tangan ayah tersangka. “Siapa itu,” tanya STP kepada anaknya. “Perempuan ini mau menumpang mandi,” jawab tersangka.

Setelah dirumah orang tuanya, tersangka kemudian membentang tikar. “Di sini saja kau istirahat,” ujar tersangka.Setelah bangun tidur, korban membawa pakaian ganti ke kamar mandi. Saat korban mandi, tersangka minum kopi dan merokok. Ayahnya kebetulan menyuruh adik tersangka yang sedang memasak di dapur, membeli gas elpiji yang saat itu sudah habis.

Melihat rumah sepi, niat untuk “mantab-mantab” terbersit dihati tersangka, diapun pelan-pelan masuk kedalam kamar mandi yang tidak dikunci korban dari dalam. Dengan tiba-tiba memeluk korban dari belakang, korban terkejut dan berusaha menghindar, saat itu kakinya tersangkut ke bangku kecil dari kayu dan kemudian tercebur kedalam sumur dengan posisi kepala ke bawah.

Tersangka melihat korban ke dalam sumur, namun tidak muncul.Tersangka panik dan ketakutan. Ia berdiam diri di kamar mandi sampai 1 jam dan korban juga tidak muncul. Kemudian ia keluar dan pura-pura bertanya kepada adiknya yang kembali memasak di dapur setelah membeli gas elpiji.

“Ada nampak orang keluar dari kamar mandi, yang menumpang mandi tadi, dek,” tanya tersangka. “Tidak ada saya lihat orang dari kamar mandi tadi,” jawab adiknya

Tersangka lalu pura-pura pergi mencari korban dan kembali lagi ke rumah itu. “Sudah kau temukan orang yang menumpang mandi tadi,” tanya ayahnya. “Belum ada kutemukan,” jawab tersangka, lalu pergi lagi pura-pura mencari korban.

Hingga malam tiba, sekira pukul 20:00 WIB, tersangka pergi bekerja ke Warkop Gelas Batu. Keesokan harinya, Senin (5/10/2020) pukul 04:45 WIB, adik tersangka menjemput tersangka.

“Ada apa sebenarnya,” tanya tersangka kepada adiknya. “Sudah meninggal perempuan yang menumpang mandi itu,” kata adiknya, “Di mana ketemunya,” tanya tersangka pura-pura. “Di kamar mandi, di dalam sumur,” jawab adiknya dan tersangka terdiam.

Sesampai di rumah orangtuanya, tersangka duduk di depan kedai, tidak masuk ke rumah, seolah-olah tidak ada masalah. Polisi kemudian datang, mengevakuasi korban dari sumur dan  membawa jenazahnya ke RSUD Rantauprapat untuk divisum.

Seperti paparan yang disampaikan Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dalam relis persnya, Selasa (6/10/2020) sore.”NP dijadikan tersangka dalam perkara tindak pidana yang dipersalahkan, karena kesalahannya (Kealpaannya) menyebabkan matinya orang lain,”paparnya.

Polisi mencurigai seseorang dalam kasus itu. Tim Unit Reserse Umum Satreskrim melakukan penyidikan atas laporan polisi No.LP/1459/X/2020/SU/RES-LBH tanggal 5 Oktober 2020, atas laporan Ipda M Sebayang. Kapolres kemudian mengeluarkan surat perintah penyidikan, No.SP.Sidik/533/X/RES 1.24/2020/Reskrim tanggal 5 Oktober 2020.

“Sekira pukul 08:00 WIB, polisi datang dan membawa NP ke Polres Labuhanbatu. NP dipersalahkan dalam pasal 359 KUHPidana dan ditahan. Penyidik juga mengamankan barang bukti bangku kecil dari kayu, pakaian korban berupa baju dan celana jeans biru abu-abu,”ujar Kapolres.(Damanik/red),