• October 30, 2020

Pengembangan Omah Genthong Mojopahit Menjadi Padepokan “Zah-Ohm-Phomo” Dalam Aplikasi Ruang Seni Budaya Spiritual

 Pengembangan Omah Genthong Mojopahit Menjadi Padepokan “Zah-Ohm-Phomo” Dalam Aplikasi Ruang Seni Budaya Spiritual

Purwosari, Skalainfo.net| Sesudah Pak De dan Bu De Bayu Hadi Waluyo bersepakat membuka kembali arus alur aliran Seni Lukis dan Seni Rupa Internasional Aliran BURT, dalam tradisi baru terbaha-ruhkanNya; dalam seni pengembangan terbaru di “Omah Genthong Mojopahit”, di Perumahan Griya Inti Permata G.24, 04~05/09/2020, Martopuro Purwosari, 7 September 2020.

Proses Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisahnya berlangsung sangat efektif efisien produktif dari tanggal jam: mulai  05/09/2020 jam 09.00 WIB sampai 06/09/2020 pukul 15.30 WIB, Ki Ompong Soedharsono, bersama Ki Bayu Hadi Waluyo, tekun bahagia – riang ria dan nyaman betul bersama-sama, dalam menggodok Seni Pertunjukkan Seni Inovasi dan Seni Pengembangan Tradisi Baru 2020; yaitu Ekspresi Seni Budaya Spiritual Indonesia berbasis Pagelaran Wayang Blang Blang, Wayang Kontemporer, dalam mediasi “Materi Skala Utama, SENI : SenTUHAN ILAHI,” serentak dalam rangka Pembukaan Padepokan “Zah-Ohm-Phomo” di tanggal 06/09/2020, jam 16.00 WIB tersebut, tervisualisasi dalam beberapa potongan video originalnya.

Ada beberapa rintisan yang sudah berhasil digelar dan diaplikasikan selama sejam setengah pada acara tersebut di lantai 3 dari jam 16.00 sd 17.30 WIB “Omah Genthong Mojopahit” yang sekarang sudah menjadi percontohan Padepokan Seni Budaya Spiritual Indonesia; dalam poros Padepokan ‘Zah-Ohm-Phomo” di Tlatah Bumi Pertiwi Desa Martopuro, Kelurahan Martopuro, Kecamatan Purwosari Pasuruan, di Jagad Renovasi Total 2020, di Jagad Rehabilitasi Total 2020, di Jagad Reformasi Total 2020.

Kita bersyukur, sebab sudah diperjalankanNya dan dipertunjukkanNya, untuk terlibat dalam proses pembelajaran dan turut mengalami pengalaman alamnya, yang alamiah ilahiah adaNya wadahNya, dalam metode riset kualitatif PAR, “Partisipative Active Research” metode riset partisipatif aktif terlibat langsung, di dalam awal perencanaan dan penggodokannya, proses pembuatan, hingga monitoring evaluasi seluruh rangkaian seni bidang karya, maha karya Sang Pencipta, hingga dalam “finishing” proses penyelesaian dari program proses aktivitas Pagelaran Seni Budaya Spiritual Indonesia di poros Pandepokan “Zah-Ohm-Phomo” yang diasuh, di tradisikan kembali dan tumbuh dikembangkan secara inovatif kreatif transformatif oleh Seniman Pak De dan Bu De Bayu Hadi Waluyo, di Desa Martopuro Purwosari Pasuruan Jawa Timur Indonesia.

Acara tersebut juga mengalami perpaduan aktivasi dari enerji enerjologi “Genthong Mojopahit”  dengan Teknologi Tradisi Suro Kamardhikan Abad 21 yaitu “DUPA DIPA Kita 2020”, “Dupa Gaharuh – Dupa Melati, Dupaning Gusti,” yang artinya semua energi enerjologi kebaikan adalah milikNya, sumberNya, bersamaNya, disempurnakanNya dan diprosesNya, sebagaimana SabdaNya di Al Quran, Surat ke 51 ayat 15, “Kesukaan Orang Bertawakal berada pada Taman Taman Surga dan Mata Air Mata Air,” sedangkan menurut Alkitab, Surat Kejadian Bab. 2 ayat 15: “Tuhan menempatkan manusia adam itu di Taman Surga, untuk memelihara dan mengusahakan taman tersebut,” dan di  Surat Kejadian Bab. 1 Semua Hari adalah Baik Adanya dengan di sabdakanNya begitulah oleh Sang Pencipta,.. dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air,” Untuk aktivitas aktivasi tersebut berhasil dilakukan oleh Ki Gondo Tejo Kusumo.

Dalam Tradisi Tirte – Tirto di Era Suro Kamardhikan 2020; Ki Warno Purwosari Pasuruan menegaskan bahwa Aliran Titik Titik Biji AIR itu disebut TIRTO, dan yang bakal membesar mengalur mengalir menjadi lembaran air, di sebut sebagai BANYU. Dalam aliran aliran TIRTO BANYU tersebut, bakal menjelma dan mengejawantahkan menjadi AIR KEHIDUPAN, yaitu bentuk dan wujud dari TIRTO BANYU tersebut; dimana semua biji biji titik titik TIRTO itu yang ada dalam lembaran lembaran BANYU tersebut, bakal bergerak mengalur mengalir sesuai aturan hukum ketetapan alam semesta raya, bakal sampai menjadi bentuk wujud nyatanya, di seluruh penjelmaanNya, yaitu alam semesta raya beserta isiNya sebagai AIR KehidupanNya adaNya wadahNya.

Pagelaran 3 Seniman 2020 di Seni Pertunjukkan Seni Budaya Spiritual Indonesia di poros Padepokan “Zah-Ohm-Phomo” di “Omah Genthong Mojopahit”, di Desa Martopuro Purwosari Pasuruan Jawa Timur Indonesia.

Mereka adalah Ki Ompong Soedharsono, Dalang Wayang Blang Bleng, Dalang Idola Alam Semesta Raya. Ki Bayu Hadi Waluyo, dan Ki Gondo Tejo Kusumo sudah mengekspresikannya di rasa sedzati sejatiNya rasa di Aliran Pancuran Tirto Banyu Air “Zah-Ohm-Phomo” dan serentak di sinergitaskan dengan “Esensi Substansi Energi Enerjologi Genthong Mojopahit” adaNya wadahNya, sebagai model percontohan dari Tradisi wadahNya Manusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total 2020, sumber ILmu Ngelmu dari Ilmu Pengetahuan Pengetahuan Ilmu Sang Pencipta, dari Esensi Substansi Sumber Mata Air Tirto Banyu Air di “Taman Surga Omah Genthong Mojopahit” saat itu di semata laras selaraskan dengan lagu langgam tembang Ki Ompong Soedharsono.

Bagi Anda sekalian yang sungguh-sungguh terpanggil dan berminat untuk bisa mengalami hal yang sama sebagaimana yang diurai di atas, Anda bisa menghubungi redaksi yang meliput dan mewartakan Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah Seni Budaya Spiritual 2020 di Omah Genthong Mojopahit tersebut. (Red/Cholil).

Penulis : Ki Warno dan Guntur Bisowarno.