• June 14, 2021

Re-Kreasi Seni Budaya Spiritual Peradaban Cahaya Nusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi & Rehabilitasi Total 2020

 Re-Kreasi Seni Budaya Spiritual Peradaban Cahaya Nusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi & Rehabilitasi Total 2020

Purwosari, Skalainfo.net| Perjumpaan Ki Ompong Soedharsono dari tanggal 26/08/2020 hingga 1/09/2020 antara Ki Ompong Soedharsono Dalang Wayang Blang Bleng, Dalang Idola Alam Semesta Raya dengan Pak De Bayu Hadi Waluyo Pelukis Perupa Internasional Aliran BURT di Rumahnya Perumahan Griya Inti Permata G. 24, selanjutnya di Joglo Kedjajan, Kejayan  Kabupaten Pasuruan, diteruskan di Rumah Pak Slamet Haryanto Pimpinan PPMAL2 Penghijauan Perlindungan Mata Air Lawang Lanjutan, dan digenapi di Pendopo Sekar Taji TAJInya Gunung Arjuno, bersama Pak Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua ASJI Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia dan Haji Mohammad Moe. Martapuro Purwosari Pasuruan, 2 September 2020.

Esensi Substansi dari materi perjumpaan, dialog, sharing, kajian, telaah, hingga menyaksikan sendiri seni pertunjukkan Ki Ompong Soedharsono, Pak de Bayu Hadi Waluyo menyakini dan menyakinkan kepada Kita semua; adanya Potensi Ki Ompong Soedharsono menjadi Re- Kreasi : Dalang Seni Budaya Pertunjukkan Wayang Spiritual bagi Jaman Re-Kreasi Total : JAMAN MENCIPTAKAN KEMBALI, Peradaban Cahaya di Jagad Renovasi Total dan Jagad Rehabilitasi Total 2020 sekarang ini, dan pernyataan tersebut JUGA di lontarkan oleh Pak Slamet Haryanto PPMAL2, Pak Djoko Wiyono dan Pak Agus Karyadi Pimpinan Ekspedisi Gunung Arjuno, 2020 s/d 2021.

Di Sumber Mata Air DARISA, Sumberejo Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Ki Ompong Soedharsono, dari rasa pribadi yang menyelaraskan aliran jiwanya menuju rasa sejati, Mbah Warno dan Mbah Sugik menggenapi laku lampah Ki Ompong Soedharsono Wayang Blang Bleng menjadi Re-Kreasi : Dalang Seni Budaya Spiritual melalui media Pagelaran Wayang Blang Blengnya, serentak pada serangkaian napak tilas persinggahan Beliau di sepanjang Sejarah Peristiwa Kisah dan Kejadian dari Dusun ke Dusun, Desa ke Desa, Kecamatan ke Kecamatan, Kabupaten ke Kabupaten, kota ke kota, kali sungai ke kali sungai, gunung ke gunung, sumber mata air ke sumber mata air, tokoh ke tokoh, guru ke guru, dan lain lainNya di muka bumi pertiwi dan di bawah langit angkasa alam semesta raya.

Perjumpaan, pertemuan dan membuat skenario dan alur pertunjukkan yang termonitor dan terealisasi, baik yang di depan rumah Pak De Slamet Haryanto dan yang digelar Pertunjukkan Wayang Blang Bleng di Kali Sungai Sumber Mata Air Sumber Suko dan RW. 5 Desa Kali Rejo Kecamatan Lawang, yang mampu mempertemukan Pagelaran Budaya dan Agama secara terpadu, komprehensip dan holistik telah terjadi dan terselenggarakan dengan sukses berhasil hingga berdampak pada “Komunitas PADANG ATI” binaan Pak Slamet Haryanto, yaitu Mas Aziz dan kawan-kawan nya sepakat untuk membuat alat kendang dan gendang dari kayu nangka dan kulit sapi. Serta berencana membuat wayang-wayang nya secara bertahap, dalam menggenapi seni pertunjukkan Seni Budaya Spiritual bersama Ki Ompong Soedharsono di Pagelaran Wayang Blang Bleng di Kota Lawang pada periode persinggahan perhelatannya selanjutnya di Kota Lawang Malang Raya berikutNya.

“Tujuan AkhirNya adalah terciptaNya manusia yang berbudi bowo leksono, bisa… paring kudhung marang whong kang kepanasan, paring payung marang whong kang kaudhanan, paring teken nang whong nandhang keluyon, paring padhang nang whong kang lagi nandhang pepetheng..;

“Yang artinya : memberi selubung bagi yang kepanasan, memberi payung bagi yang kehujanan, memberi tongkat bagi yang berjalan di jalan yang licin, memberi terang bagi yang mengalami kegelapan…”.

Yang Tujuannya adalah TerwujudNya Peradaban Cahaya Kehidupan yang tata titi tenterem, gemah ripah loh jinawi, tata titi kerta raharja; dimana semua yang sadar terlibat bersedia tulus ikhlas untuk masuk dalam posisi fungsi sistem peradaban cahaya maha cahaya; yang alamiah ilahiah tersebut tanpa bingung pengakuan, gak ada yang paling unggul, tapi bisa menerima keunggulan fungsi dan kegunaan posisi fungsional kesatuan kontribusi kebaikan. Manfaat dari pokok fungsi tugas masing-masing, maka seluruh rangkaian posisi fungsi sudah berjalan sebagaimana wajar nya dari tujuan peradaban cahaya dan dalam sistem peradaban cahaya serta keserasian keselarasan dalam sistem komunitas peradaban cahaya. (Red/Cholil).

Penulis : Ki Warno dan Ki Gondo Tejo Kusumo