• December 2, 2020
 Peradaban Cahaya Jagad Renovasi “Mandala Batu  Penjuru” Untuk Menyongsong Hari Mata Air Dunia 29-07-2020

Oleh : Ki Gondo Tejo Kusumo

Purwosari, Skalainfi.net| “DHARMA adalah Puncak Hidup dan BAKTI adalah Puncak Peradaban Cahaya” [Ki Gondo Tejo Kusumo].

“Saat Kita melakukan Skenario Perjalanan untuk menuju mata air to mata air. Kita pasti ketemu batu dan jika jeli cermat memunguti serta mendekati nya, kita bakal mendapatkan beragam jenis beserta ukurannya batu-batuannya tersebut.” Ki Pandan Sari memandu perjalanan hari itu. Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, 23 Juli 2020.

Menu EKSPEDISI ARJUNO : KUN NATA ~ KUN ANTA

“Semua Rekaman Kehendak Alam untuk Semua Makhluk Menjadi Berbahagia,” ada di dalam beragam jenis batu-batuan tersebut, itulah PR Besar Kecil bagi bangsa manusia yang berakal budi, memiliki karunia hidayah hati dan teknologi rasa diri – rasa buana hingga rasa semesta yang sempurna adaNya wadahNya dari Sang Pencipta; begitu tandas Pak Slamet Haryanto, Pembina Penghijauan Perlindungan Mata Air Lawang Lanjutan, (PPMAL2 ; 22/07/2020).

Mandala Batu Penjuru Candi Sumberawan Singosari Malang Raya Jawa Timur. “Kita belajar dan mengunjungi candi to candi pasti belajar perkara batu, batuan dan bebatuan hingga motif pahatan ukiran batunya”.

Batu bisa menjadi penjuru dan penanda peradaban apa saja yang pernah dan beraktivitas di Bioregion, Kawasan, Wilayah dan Lokasi serta Tempat tersebut. Cahaya Keheningan Hati dan Pantulan Kesadaran Air Suci yang ada dan terhubung kembali secara nyata di dalam diri Kitalah, yang mampu mengaksesnya” lanjut Ki Pandan Sari. (17/07/2020).

“Ilmu tentang batuan dan tata letak, formasi batu, baik dalam format candi, hingga format sipil sampai desain arsitektur kuno modern klasik, hingga batu batu sedimen hingga stalagnit stalagnit dari bentuk -kan aliran gerak dan putaran pusaran energi alam sekitar hingga pergerakan elektromagnetik bumi langit hingga semesta, sebagai sumber proses dan hasil perputaran anasir langit dan bumi.

Bahkan ada memori informasi perkara batu-batuan asteroid  dan meteorit, hingga batu-batuan pendaman di bukit, gunung hingga perut bumi, hingga batu-batu karang di dalam lautan, sampai dataran, perbukitan hingga gunung bekas batu-batuan yang ada di dalam lautan, sungai, goa, hingga dalam ruang perut bumi, batu magma adanya, yang sudah mengeras dan mendingin hingga membeku mengering. Semua adalah Bukti Perjalanan Sejarah Alam dan Sejarah Manusia, begitu tanggapan Ki Bayu Pangestu dari Lawang, saat di konfirmasi oleh awak media sebagai pelengkap riset dan kajian kita adaNya wadahNya yang tersimpan di batu, batuan, dan formasi mandala batu, batu penjuru.

“Ada satu dan massa di mana manusia sungguh-sungguh tekun serius mendalami apa itu batu dan beragam jenis batu, hingga kegunaan sampai keberadaan fungsi dan spesifikasinya.” Imbuh Ki Bayu Pangestu, sehingga jadi tambah doyan dan kangen nih belajar pembelajaran perkara ini, di dalam EKSPEDISI ARJUNO dan EKSPEDISI MATA AIR to MATA AIR.

Perjalanan Kita sampai pada Situs dan pergi melihat yang tersimpan di alam dan lereng Gunung Arjuno, hingga Kita bisa menemukan sisa sisa batu, batuan, formasi mandala batu penjuru dari peninggalan peradaban purba kuno di sana.

Ada di gunung Arjuno, ada di lereng Arjuno dengan Desa, dusun, kampung yang ada sampai lembah-lembah yang nyaris, Kita sedikit sekali belajar mensyukuri tentang keberadaan hidayah dan hikmah Tuhan Sang Pencipta yang di simpan di Lereng dan Gunung Arjuno Jawa Timur tersebut, untuk itulah Kita memulainya kemBALI.

Beserta beragam ukiran dan ukuran serta bentukanNya dalam Sastra Budaya Canggih disebut perihal itu dalam terminologi, “Segara ngukir segiri segunung; samudera ngukir membatik membentuk gunung dan perbukitan”, sekitarnya.

“Hanya mereka yang bersedia menggunakan Daya Nalar serta Gerak Olah Jiwa Kreatif Inovatif Transformatif -Nyalah, yang sungguh-sungguh mampu Kita ajak untuk sampai pada Perenungan Diri atas adanya Alat dan teknologi apa yang sudah mereka alami dan nenek moyang para pendahulu Kita; yang sudah mereka temukan, untuk membentuk dan memahat batu dengan beragam motif, kisah dan gambarannya yang bakal dan sudah menjadi salah satu menu Ekspedisi Arjuno berbasis data-data prasasti hingga pawisik juru kunci hingga informasi ilmu pengetahuan pengetahuan ilmu serta kameruh yang di dapat dalam perjumpaan-perjumpaan kuno, modern, klasik, aktual kita melakukan Ekspedisi Arjuno dan Ekspedisi Mata Air to Mata Air”. Ki Warno, Pemandu Budaya Jawa Kuno asal Purwosari Pasuruan menggenapi paparan Study Tentang Formasi Mandala Batu dan BeBatuan Kita kali ini.

Seiring dengan perbaikan fasilitas sarana prasarana, dan kebutuhan untuk mengenal esensi substansi, apa maksud tujuan Tuhan menciptakan beragam jenis batu, apa bagaimana dan kenapa menjadi pertanyaan dan pernyataan yang sungguh-sungguh sangat menantang untuk dikaji dan tersajikan bagi pertumbuhan pengembangan fungsi sesungguhnya dari batu, para batu, batu penjuru hingga formasi mandala batu bebatuan hingga desain formasi batu, batu penjuru dalam rangka peradaban yang sudah berhasil menggunakan dan memanfaatkan, itulah Bukti Adanya Peradaban Cahaya yang sudah berhasil mencapai Keluhuran Kemuliaan dan Keagungan Alam dan Tuhan. (Red/Moch Cholil).

Nara Sumber : Ki Gondo Tejo Kusumo