• November 1, 2020

Sanjang Kadhang Blitar’ Dialog Marhaening Soekarno Dalam Esensi Marhaening Dupa & Kulit Buah Gaharuh

 Sanjang Kadhang Blitar’ Dialog Marhaening Soekarno Dalam Esensi Marhaening Dupa & Kulit Buah Gaharuh

Oleh : Guntur Bisowarno, S.Si., Apt

Blitar, Skalainfo.net| Pertemuan Guntur Bisowarno S.Si., Apt Ketua ASJI (Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia) dengan Kakak Keponakan KI Ompong Sudarsono, alias Ki Untung Wasesa asal Blitar yang sekarang tinggal di Tumenggung Jawa Tengah, dengan Gelar Pertunjukannya Bertajuk Wayang Blang -Bleng dan Wayang adalah DOA, yaitu Ki Budi Kastowo, Pegawai Perpustakaan GBK (Gedung Bung Karno) Blitar, membuka babakan baru, Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah; Blitar GBK Jawa Timur 11 Juli 2020.

Upaya Kita dalam MARSUDI MARHAENING, melalui LAKU HAENING dalam pemahaman tentang SOSOK MARHAEN sebagai sosok paling miskin diantara paling miskin, paling kere di antara paling kere, di kedirian rakyat Indonesia, sejauh literatur dan pencarian yang sudah kita temukan dan telusuri bersama sama.

Perjumpaan dengan Bunda Susi Pendoa Nusantara Indonesia Lahir Baru Jagad Renovasi Total, sejak 2014 hingga 2020, telah membawa perenungan Kita menuju Esensi dan Substansi “Sastra SASMITO MERPATI PUTIH, yaitu kepanjangan “MERsudi PAtitising TIndak PUsakane TItising Hening, yang pada artiNya Kita Mencari TepatNya Tindakan Dengan Keheningan.

SelanjutNya babakan lebih mendalam tentang Ke-panjang-an Misteri Daya Hidup Tuhan Sang Pencipta dalam Ilmu Ngelmu Laku “MERPATI PUTIH”, yaitu kepanjangan Nya per HURUF HURUPA~Nya adalah Manunggaling Endahing Rasa Pikiran Ati Tumuju Udhinen Tatanan Ingkang Hinggil, yang pada artiNya Menyatukan Misteri Daya HidupNya dalam Totalitas RASA Pikiran dan Hati Menuju Tatanan Peradaban Tuhan Manusia Alam yang lebih tinggi dan lebih canggih, telah membawa Guntur Bisowarno S.si, Apt menemukan arti makna nilai ungkap bahasa bahasan MARHAEN, MARHAENING SOSOK JATI DIRI SOEKARNO saat MARHAEN di aplikasikan sebagai KATA KERJA Yang Mengejawantah menjadi MARHAEINING.

Marsudi Haening, Marsudi Keheningan Mencapai Kesadaran Semua Dipa Dupaning Gusti, semua hanya dan memang punya dari Sang Pencipta, semuanya milik dan punya Gusti Sang Pencipta, dengan maksud tujuan dari alam, untuk alam, kembali bagi keabadian, ke-kekalan dan kelanggengan alam semesta semesra raya beserta seisiNya.

Ketemulah Kita pada Esensi HAKEKAT MARHAEN MARHAENING itu sendiri sebagai SOSOK MANUSIA PALING KERE dan Paling Miskin Sedunia, yang ditegaskan oleh Mr. Mantje Tapidingan, yang sudah total bertahun-tahun belajar dan membaca serta merenungkan sungguh-sungguh mendalam dimensi fisika dan meta fisika, semua tulisan dan buku tentang Sosok Pandangan dan Maha Karya Tuhan Sang Pencipta dalam diri kedirian SOSOK SOEKARNO, yang Beliau sendiri sedang mengerjakan BUKU BESAR berjudul HAKEKAT PROKLAMASI dalam KEDAULATAN RUPIAH.

Mersudi, Marsudi Maha DASAR PEMBENTUKAN NEGARA dan BANGSA INDONESIA, Ya SURAT PROKLAMASI 17/8/1945.

Pengalaman dan perjumpaan dengan Ki Budi Kastowo bersama Guntur Bisowarno sudah diperjalankanNya dan diselenggarakanNya dan mereka merayakanNya, dalam keheningan menyalakan Dipa Dupaning Gaharuh dan Dipa Dupaning Dewi Srikandi dari Yayasan Kota Legenda Nusantara Sumberawan Singosari Malang Raya Jawa Timur.

Sembilan (9) Dipa Dupaning Dewi Srikandi, semua milikNya, doanya Kita selaraskan segenap Badan Jiwa Ruh dan Totalitas Akal Hati dan Rasa selaras dengan Alam dan Kehendak Tuhan, sesuai maksud tujuan ciptaan dan wadah kedirian manusia yang mampu menampung semua gelombang alam dan gelombang Tuhan Pencipta segalanya. Yang tak mampu di wadahi IBLIS DAJAL, MALAIKAT dan Makhluk Ghoib apapun jenis nya yang tak berbadan, berwajah, berjagad badan jagad manusia ciptaanNya, yang paling sempurna, tembungan dan sejarah serta landasan sangat mendasar menembus ruang waktu, jaman dan massa yang Kita dapatkan dari Ki Tondo Budi 60 tahun Singosari.

“Serah Terima Potensi dan Peluang Detoksifikasi Total Badan, Jiwa dan Ruh bersama Kulit Buah Gaharuh kepada Budi Kastowo di rumah kediamannya, Blitar Jawa Timur”.

Selanjutnya kita menunggu Dawuh Petunjuk Gusti Sang Pencipta, hasil Sanjang Kunjung Kadhang Ki Budi Kastowo Pegawai Perpustakaan GBK (Gedung Bung Karno), di Kawasan Makam Bung Karno, Proklamator Negara dan Bangsa Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Pertemuan selanjutnya kita bakal lebih dalam menguak materi, misteri dan Self Masteri, Sinergitas Ruh Esensi Substansi Kulit Buah Gaharuh, Dipa Dupaning Gusti Gaharu dan Dewi Srikandi dari Yayasan Kota Legenda Sumberawan Singosari Malang Raya Jawa Timur. Karena Guntur Bisowarno Ketua ASJI sudah menyerahkan dan memWASILAHKAN 10 DIPA DUPA GAHARU, 10 DIPA DUPA DEWI SRIKANDI, dan 21 Kapsul Kulit Buah Gaharuh SEKAR TAJI TAJINya Tali Jiwanya Gunung Arjuno dari DJOKO GAHARUH penemu dan pemakai terapi Kulit Buah Gaharuh untuk Detoksifikasi Total Badan dan Jiwa dan Ruh, sudah 300.000 pasien dari keluhan beragam sakit penyakit kronis dan akut yang sudah tak bisa ditangani medis kedokteran konvensional barat dan modern, kepada Ki Budi Kastowo, yang kebetulan juga pimpinan Perguruan Ilmu Sejati, asal Madiun yang mempunyai cabang di Blitar, yang mana tahun 2020, 13 Oktober sudah berumur 95 tahun Perguruan Ilmu Sejati Madiun pusat adaNya wadahNya. (Red/Moch Cholil).