• October 27, 2020

Tidak Sesuai, Paket Kebutuhan Pokok BANSOS DKI Jakarta Menuai protes Warga

 Tidak Sesuai, Paket Kebutuhan Pokok BANSOS DKI Jakarta Menuai protes Warga

JAKARTA, skalainfo.net | Paket Bantuan sosial (Bansos) diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada warga selama diberlakukannya PSBB. Bansos tersebut merupakan paket kebutuhan pokok atau Sembako yang diberikan kepada warga di DKI Jakarta yang miskin dan rentan miskin setiap pekan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Jakarta.(14/04/2020)

Hal ini ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menjadi narasumber dalam Channel YouTube DT Peduli bersama penceramah kondang KH. Abdullah Gymnastiar yang lebih dikenal dengan sapaan Aa Gym.

Dalam pernyataannya kepada Aa Gym, Anies Baswedan menyatakan bahwa sekitar 1,2 juta keluarga di Jakarta akan menerima paket kebutuhan hidup yang akan dikirim kerumah-rumah warga selama seminggu sekali.

“Paket makanan yang diterima seminggu sekali, yang dikirim untuk kebutuhan seminggu, kirim lagi untuk kebutuhan seminggu. Paketnya saya baca, biar Ngak ketukar jadi tentu nomor satu beras. Jadi semuanya bahan (kebutuhan) pokok,” ujar Anies.

“Paketnya itu ada Beras, kemudian Daging Sapi atau Daging Ayam, ada Mie instan, ada makanan kecil (Snack) kaya biskuit. Terus ada Minyak goreng, terus juga Sabun sama Masker, dikasih masker juga,” paparnya.

Jadi dengan begitu, lanjut Anies, persisnya 1,25 juta keluarga di Jakarta dan (bantuan) tidak harus warga beridentitas dan berdomisili di Jakarta. “Ini diberikan buat warga tidak melihat KTP-nya. KTP Jakarta bagus, bukan KTP Jakarta juga bagus, mereka saudara sebangsa. Tanggung jawab kita untuk memastikan mereka bisa survive (dalam) melewati masa-masa sulit ini,” tegas Anies.

Seperti diketahui, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka upaya Pemprov DKI Jakarta, demi mengantisipasi dan menekan penyebaran wabah Penyakit Virus Corona (COVID-19) yang terus memakan korban.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah dalam satu kesempatan telah menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta, sejak 9 April 2020 telah memulai mendistribusian bantuan sembako kepada 1,25 juta kepala keluarga (KK) pada tahap pertama pemberian bantuan.

Dijelaskan juga oleh Irwansyah bahwa tahap pertama dilakukan mulai 9 April hingga 18 April 2020 dengan target penerima sekitar 1,25 juta KK (yang merupakan) masyarakat kurang mampu dan rentan yang terdampak Wabah Penyakit Virus Corona (COVID-19).

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Divisi Perkulakan Retail Distribusi Perumda Pasar Jaya, Edison Sembiring Meiala kepada awak media menjelaskan bahwa paket sembako yang dibagikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senilai Rp 149,5 ribu per-paket.

Nilai tersebut, kata Edison sudah mencakup ongkos pengiriman dan ongkos pengemasan paket sembako itu. Dengan total nilai paket seharga Rp.149,5 per-paket sudah termasuk ongkos kirim sampai ke warga plus packing dan upah (tenaga harian untuk pengemasan/packing).

Masih kata Edison, bahwa komposisi Paket kebutuhan bahan pokok (Sembako) terdiri dari Beras 5 kg, Sarden/kornet 350 gram, Snack 300 gram, Minyak goreng 0,9 liter hingga 1 liter, Sabun mandi 190 gram, dan masker kain 2 pcs.

Ironisnya, Komposisi bantuan sosial yang telah disalurkan Pemprov DKI Jakarta kepada warga, yakni berupa komoditas bahan pangan kebutuhan pokok (Sembako), ternyata ada beberapa item yang tidak ada. Berbeda dengan apa yang telah disampaikan oleh sang Gubernur.

“Paket kebutuhan pokok yang saya terima tidak sesuai seperti apa yang disampaikan oleh pak Gubernur, meskipun meliputi Beras 5 Kg, Sarden kecil 2 kaleng, sabun mandi kecil 2 buah, makanan kecil (Snack/biskuit Malkist kecil 2 bungkus) dan masker kain 2 pcs yang dikemas rapi dalam karton, tanpa ada Minyak goreng dan Mie instan,” kata A. Zarkasih seorang warga Cakung usai menerima paket pada, Selasa (14/04/2020) malam.

Terkait hal ini, A. Zarkasih juga berharap tentunya untuk termin berikutnya jangan sampai terulang kembali. Maka dari itu masyarakat dapat memantau dan mengawasi pendistribusian bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta tersebut.(muji/red)