• October 30, 2020

Membangun Budaya Gerakan ENERJOLOGI “ADA” DAUR ULANG

 Membangun Budaya Gerakan ENERJOLOGI “ADA” DAUR ULANG

Restu Bapak Mojokerto.
Desa Padi, Mojokerto 13 Februari 2020.

Mojokerto, Skalainfo| Turunnya Restu dan Amanah KONSEP Prof DR MACHMOED ZEIN SH. (Baca : Bapak Mojokerto) kepada BACABUP AYUB DANIEL AQSO., SE., MSi (Baca “ADA”).

Angka 13 menyatakan Angka Pusoko Manjing Warangka, Pusaka Diri Sedzati Sejati dengan Turunnya Energi Bejo Restu Amanah Agung Restu Bapak Mojokerto.

Angka 13 adalah Angka Kitab Perubahan, Angka Komunitas, Angka Bahasa Komunitas, Angka Membangun Bahasa Peradaban Baru, Komunitas Milenial, Angka Daya Kekuatan Bahasa Memimpin Komunitas Restu Amanah Bapak Mojokerto, buat Mojokerto, buat Jawa Timur, buat Indonesia, buat Dunia Internasional.

Angka 13 adalah Angka Energi Bejo Logi, Angka Keberuntungan dari ENERJOLOGI mendapat Dawuh Restu Amanah Bapak Mojokerto, melakukan  “ADA” DAUR ULANG kedirian Rakyat Masyarakat Mojokerto, bersama “ADA” menuju MANDIRI Rakyat Masyarakat Mojokerto, MANDIRI Pangan MANDIRI Sandang dan MANDIRI Papan serta MANDIRI Seni Budaya Peradaban Mojokerto di era milenial, lintas budaya, lintas bahasa, lintas agama, lintas peradaban, lintas humaniora antar Negara.

Di Desa Padi villa GWN eks Bupati Mojokerto (1990-2000) Prof DR. Machmoed Zein, SH, berbincang-bincang dengan Bacabup Mojokerto Ayub Daniel Aqso., SE., MSi (Baca: “ADA” red), disaksikan oleh Bunda Arifah Mulyani, ST dan Biyung AR.   

Prof, DR. M. Zein, SH merasa prihatin dengan pengganti Bupati Kabupaten Mojokerto yang tertangkap OTT dan kurang maksimalnya beberapa program di Daerah Kabupaten Mojokerto, yang belum direalisasi terutama dalam mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia hingga sumber daya manusia tersembunyi, pemberdayaan sumber daya alam yang terabaikan.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui UMKM, pendidikan, kebudayaan, pariwisata,
pertanian”.

Prof. DR. M. Zein, SH Pendiri Universitas Islam Mojopahit (UIM) sangat konsen terhadap program Program Pelatihan dan Riset, yang sedianya hal ini dapat diwujudkan dan atau dilanjutkan oleh anak-anak nya yang semuanya sudah dibekali ILMU PENGETAHUAN dan PENGETAHUAN ILMU, Pendidikan hingga S2. Besar harapan melalui anak-anaknya tersebut, amanah cita-cita nya dapat diteruskan demi kelangsungan pendidikan generasi penerus bangsa.    

Ayub Daniel Aqso, SE., MSi (Baca: “ADA” red), siap merealisasi RESTU dan Amanah Bapaknya yang mantan Bupati Mojokerto (Baca Bapak Mojokerto : periode 1990-2000) ini,lewat Bakal Pencalonan Bupati Kabupaten Mojokerto 2020-2024.

“PROGRAM DAUR ULANG KEMANDIRIAN”.

Bapak Mojokerto memberikan RESTU AMANAH dengan Membangun Budaya Gerakan ENERJOLOGI, Energi Bejo Logi, berbasis Ilmu Pengetahuan, (Baca Management Knowledge red) dan Pengetahuan Ilmu (Baca Pengetahuan Ilmu Saintifikasi Program In Come, Out Come, Impact Analisis, Analisa Dampak) dari Program “Mojokerto Mandiri” yang merupakan akronim dari Maju, Dinamis, Berdikari.

Mandiri bersama Ayub Daniel Aqso (“ADA”) dilirik oleh Ketua Relawan Pasukan tetap Jokowi ( PAK TEJO ) TIGOR DORIS SITORUS menuturkan ADA berpotensi memenangkan Bupati di Kabupaten Mojokerto karena terlahir dari Keluarga yang mumpuni, bapaknya juga Tokoh Masyarakat, adik dan kakaknya juga tokoh, nah “ADA” pasti dapat  melaksanakan RESTU AMANAH sang Ayah dan mampu berkomitmen dan berdedikasi tanpa korupsi demi masyarakat Kabupaten Mojokerto yang MANDIRI, Terang terangan Tigor Sarjana Tekhnik Geologi (PAK TEJO : Relawan Tetap Jokowi) bersedia menjadi relawan guna mendukung  program “ADA”, khususnya di bidang pertanian, pariwisata dan kebudayaan.

Demikian dituturkan dihadapan bunda Arifah Mulyani, ST Calon Isteri. “ADA” dan Biyung AR  Ketua Departemen Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI)di Jakarta saat bincang- bincang bersama Ayub Daniel Aqso., SE., MSi. (“ADA”).

Konsep Mojokerto Mandiri bakal membawa masyarakat Mojokerto dapat mengejar ketertinggalannya dari daerah Provinsi Jawa Timur lain dan jadi Pintu Gerbang Ekonomi Jawa Timur khusus nya for The World. (Red).

Penulis Biyung dan Guntur Bisowarno