• November 26, 2020

Menuju Bangsa Indonesia yang Bermartabat

 Menuju Bangsa Indonesia yang Bermartabat

SUKABUMI, skalainfo.net| Pada Kamis, 24 Oktober 2019 sekitar pukul 10.00 -13.00 WIB bertempat di Aula Serbaguna Universitas Nusa Putra Cibolang Kab. Sukabumi, berlangsung acara *Forum Group Discussion (FGD), dengan tema “Mewujudkan Harmonisasi Antar Elemen Bangsa Menuju Indonesia Bermartabat,

yang diselenggarakan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Detasemen Sukabumi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Putra.

Acara tersebut dihadiri oleh,”
Adang Hidayat, S.Sos., M.Si (Kabid Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kab. Sukabumi), Sayed Junaedi Rizaldi, M.Si (Ketua Rembuk Nasional Aktivis 98), Prof.Dr. KH. M. Fajar Laksana, MM (Tokoh Masyarakat/ Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath), Muslih (Warek 3 Univ. Nusa Putra), Muhamad Muslih, ST.,M.Kom (Warek 3 UNP), Ahmad Rayadie (PWI Kota Sukabumi),

Pernyataan/Opini yang mengemukakan pada acara tersebut, diantaranya,
Gia Yosep Gunawan (Komandan Detasemen Menwa Sukabumi), sebagai perwakilan panitia dalam sambutannya mengatakan
Semoga acara sederhana ini dapat memberikan kontribusi positif bagi Bangsa,

Kita harus terus menjalin silaturhmi dan menjunjung komitmen kita dalam menempatkan Pancasila sebagai ideologi Bangsa  dan mengawal perjalanan Bangsa dan Negara ini agar selalu sesuai dengan falsafah dan konstitusi Negara,” tuturnya,

Ketua BEM Univ. Nusa Putra, Billy Saputra dalam pidatonya
Acara ini digagas untuk mencermati kondisi Bangsa hari ini, semoga Bangsa kita kembali bersatu setelah melewati pilpres 2019. Semoga semua  elemen Bangsa kembali saling berjabatan tangan dan bersatu untuk keutuhan NKRI,” tuturnya,

Warek 3 Univ. Nusa putra, Muhamad Muslih, ST, M,KOM sebagai pemberi sambutan mewakili Rektor Univ. Nusa Putra,memberi kata sambutanya, Semoga acara ini bisa menumbuhkan basionakisne di generasi muda,

Semoga bisa memicu semangat kita membangun Bangsa ke arah yg lebih baik,
Sebagai Bangsa kita harus melejat karakter Bangsa yang berupa kearifan lokal,Generasi Bangsa harus memahami kondisi Bangsa yang sesengguhya.

Perlu penguatan karakter Bangsa di kalangan generasi muda
Bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Harus mampu bangun karakter baik di keluarga dan lingkungan,” paparnya,

Adang Hidayat, S.Sos., M.Si, (Kabid Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kab. Sukabumi), sebagai Narasumber diskusi  dalam paparannya mengatakan,Harmonisasi adalah kemitraan.tugas kesbangpol adalah mengkoordinasikan keamanan di Daerah,

Mahasiswa punya hak untuk menyampaikan aspirasi namun harus sesuai aturan yg berlaku. Untuk menjaga harmonisasi Bangsa khusunya di Sukabumi, diharap mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya diharap dapat menjad mitra  kesbangpol dengan baik.

Dalam pidatonya Sayed Junaedi Rizaldi, M.Si” (Ketua Rembuk Nasional Aktivis 98), sebagai Narasumber diskusi, dalam paparannya mengatakan,”Proses Demokratisasi di Indonesia berjalan lebih cepat dari pada di Negara lain,

Siapa, apa dan mendapat apa dalan teori politik, Persoalan politik bila kita tidak bersandar pada nilai budaya, Harmonisasi Bangsa ibarat nada bisa sumbang terutama  oleh masalah hoax

Gadget jadi teori politik baru.
Dulu perlu beberapa tahap baru bisa terjadi pergerakan. Sekarang ini cepat. Elit  cepat terpengaruh. Harmonisasi terjadi bila ada kritik. Jika tidak ada cek and balanxe akan bahaya,

Cara berhuhungan beradaptasi, anti sosial , dll, Bangsa kita tidak akan pecah karena kita punya nilai, seperti diturunkan dari leluhur
Indonesia ini adalah Bangsa Besar, lebih maju dari apa yang ada di Negera lain,

Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, MM* (Tokoh Masyarakat/ Pengasuh Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi), sebagai Narasumber diskusi dalam paparannya, mengatakan,”
Kebutuhan paling mendasar dalam pembangunan adalah keamanan dan stabilitas kehidupan sosial.budaya dan politik,

Dalam hidup berbangsa dan bernegara.Sehebat apapun juga pembangunan yang dilakukan oleh suatu Negara. akan hancur dalam seketika ketika terjadi gangguan keamanan dan instabilitas dalam berbangsa dan bernegara.

Maka salah satu modal utama dalam pembangunan adalah keamanan dan stabilitas  untuk mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan harmonisasi antar elemen di NKRI terutama setelah pelantikan Presiden RI. perlu kita jalin kembali persatuan dan kesatuan Bangsa agar bisa terlaksana pembangunan mewujudkan keadilan dan kesejahtraan bagi seluruh Rakyat indonesia,

Jika ingin mengetahui kondisi Indonesia  sebenarnya , jangan bertanya ke medsos, tapi harus ditanya ke ahlinya.
Ada 186 kerajaan di Indonesia
Para leluhur Bangsa ini dan leluhur Sukabumi mengamanatkan untuk menjaga NKRI. (Wahyu/red)