• October 31, 2020

Protes Keras’ Mencuat Nama Jokowi Ditengah Nagari Jorong Taratak

 Protes Keras’ Mencuat Nama Jokowi Ditengah Nagari Jorong Taratak

Payakumbuh, Skalainfo| Gelombang protes keras dan penolakan atas diberikan nama Kampung Jokowi di Nagari Taratak Situjuh Tungkar, Payakumbuh sudah membuat heboh sampai ke Negeri Jiran dan seluruh anak perantauan, khusus Sumbar, Sabtu 13/4/2019.

Seperti di kutip dari Keluarga Minang Jabodetabek yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Minang Situjuh Tungkar Payakumbuh (IKAT) mengatakan, menolak keras atas adanya ucapan Selamat Datang di Kampung Jokowi, berhubungan dengan adanya bantuan untuk pembangunan jalan yang di glontorkan oleh Presiden Jokowi dan akan menggantikan nama wilayah tersebut dengan sebutan Kampung Jokowi.

“Hal tersebut sangat bertentangan dengan Undang-undang”, Ungkap Muslim Ketua IKAT Jabodetabek.

Bantuan program pembangunan jalan oleh Pemerintah di Desa Jorong Taratak bukanlah sekonyong-konyong dilihat dari bantuan individu Jokowi..! Tambah Muslim.

Apalagi Desa Taratak yang telah banyak membesarkan potensi pemuda-pemudi dalam kemajuan Nagarinya, dan jalan kampung yang parah kerusakannya memang butuh tupoksi Pemerintah, dalam anggaran Daerah Provinsi, Ungkapnya lagi.

Kalau disebutkan bantuan individual sendiri nantinya akan merubah nama Desa kami menjadi nama yang disebut menjadi sebagai kampung Jokowi, menurut Muslim ketua Ikat Jabodetabek, hampir 150 keluarga perantau yang tergabung dalam IKAT menyatakan sikap,

“MENOLAK KERAS Menyebut-nyebut apalagi memberikan nama DUSUN TARATAK Negeri Situjuh Tungkar sebagai Kampung Jokowi”, Lanjut Muslim.

Jokowi wong Solo apa hubungannya bawa-bawa nama Jokowi sementara selama pemerintahannya banyak bohongnya dari pada realitanya, terkenal hanya dengan Presiden kartu, Papar salah satu Tokoh masyarakat (IKAT) yang enggan menyebutkan namanya.

Kalau cara yang seperti ini yang di lakukan Jokowi itu, nantinya bisa terjadi memecah belah ummat di kapung sini, dan tidak semua orang yang suka dengan Jokowi, kami sepakat ada perubahan Negeri ini melalui Pilpres 2019, kami lebih percaya dengan Ijtima Ulama dari pada pemerintah sekarang ini, Paparnya lagi yang enggan disebut namanya. (Red/Eri, Ch).