• October 26, 2020

Tiang Gubuk Yang Rapuh Nyaris Tak Berpenghuni “Namun 10 Tahun Sudah Pasrah Menderita Dengan Penyakitnya”

 Tiang Gubuk Yang Rapuh Nyaris Tak Berpenghuni “Namun 10 Tahun Sudah Pasrah Menderita Dengan Penyakitnya”

Sukabumi, Skalainfo| Di temui di kediamannya yang amat sangat sederhana, bisa di bilang bahkan tidak layak huni. Seorang wanita tua kelahiran 1951 (68 Tahun untuk di tahun 2019) saat ini dia telah menderita stroke dan tidak bisa berjalan kemana-mana. Hanya makan minum, dan buang air pun di tempat saja.

Matanya rabun, badannya lemah, dan kedua kakinya lumpuh tidak bisa bergerak. Menurut pengakuan umi Anah di dusun ini Ia hanya tinggal dengan suami tanpa memiliki anak ataupun keluarga yang kiranya peduli dengan dia.

Namun sesekali ada tetangga yang juga berbaik hati menanyakan kabar umi apakah dia lapar, haus atau ingin buang air. Umi dan Abah hanya berdua tinggal di rumah yang tiang-tiangnnya sudah mulai lapuk.

Abah Yang Setia, Hanya abah Aang (Suami Umi Anah) yang memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bekerja di sebuah panti Rehabiliitasi orang Stress, setiap pagi hingga sore ia bekerja membersihkan kotoran-kotoran pasien Panti.

Keadaan ini terus di syukuri abah Aang yang hanya mendapat gaji tidak lebih dari setengah UMR wilayah setempat.
“Bekerja Demi Umi” Untuk usia Abah sebenarnya Pihak panti tidak lagi bisa mempekerjakannya karena usia yang sudah jauh dari kata layak untuk bekerja.

Abah sudah tua dan tenagannya juga tidak terlalu kuat lagi. Namun pihak panti tetap mempekerjakannya karena ini juga permintaan Abah dengan maksud jika ia bekerja, abah bisa tetap makan dan mengobati umi saat penyakitnya kumat.

Harapan yang sangat sederhana Bagi umi yang kami (Tim Marcilea foundations) temui saat di tanya apa harapan terbesar umi ia menjawab dengan mata tua rabunnya ia menangis dan bersuara pelan mengatakan bahwa

“umi hanya ingin kursi roda, supaya umi gak terlalu merepotkan abah, umi bisa di bawa abah ketempat kerjaannya, jadi kalau umi mau buang air abah bisa bantu umi ke WC tanpa harus abah yang bersihin kotoran Umi”.

Sangat miris keadaan Umi 10 tahun sakit tanpa ada uluran tangan pemerintah apalagi hanya hidup tanpa sanak keluarga. Umi sudah iklas dengan keadaan sakitnya namun harapannya adalah agar kesulitan yang ia hadapi tidaklah lebih menyulitkan orang tercintannya abah (suami) yaitu dengan adanya kursi roda lebih meringankan beban abah.

“Tim Marcilea Foundation mengunjungi langsung umi Anah” dengan himbauan kepada pembaca.

Pembaca yang budiman, saya tau bahwa kita semua memiliki banyak permasalahan dalam kehidupan kita. Namun kita masih bisa bersyukur karena masih ada hal baik yang mungkin sesekali kita nikmati.

Apabila anda merasa terpanggil untuk membantu bapak Muktar 60 Tahun pengidap Stroke ini dengan memberikan bantuan dana atau kursi roda melalui bentuk donasi, kami sangat amat berterimakasih. Anda dapat menyalurkan Donasi anda melalui link di bawah ini.

Marcilea foundation Rek : 4100.01.028190.53.0 Untuk donasi.
“Langkah Nyata Sebuah Kepedulian”

Berapapun bantuan yang dapat anda berikan sangat menolong mereka. Mari kita ringankan beban derita umi Anah. (Red/Aryo).