• December 2, 2020
 Presiden Ajak Masyarakat Budayakan Memakai Sarung

Jakarta, Skalainfo| Presiden Joko Widodo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan budaya kain sarung.

“Inilah kekayaan budaya kita yang kita harus tempatkan pada tempat yang paling baik sebagai penghargaan kita atas karya dan produksi setiap Provinsi yang berbeda beda corak, berbeda motif, dan berbeda warna. Juga memiliki filosofi-filosofi yang tinggi” Kata Presiden dalam sambutannya pada acara Pameran dan Festival Sarung 2019 yang digelar di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 03/03/2019.

Presiden mengajak masyarakat untuk memakai kain sarung pada hari tertentu yang telah disepakati.

“Tinggal kita menentukan, kita pakai sarung di hari apa. Saya akan mengajak nantinya. Baru kita akan tentukan, setiap hari tertentu dalam satu bulan kita memakai sarung bersama sama. Bisa seminggu sekali. Bisa dua minggu sekali bisa sebulan sekali. Kita lihat nanti. Nanti lama-lama setiap hari pakai sarung”, Tukas Presiden.

Saat berkeliling area festival, Presiden mengaku melihat dari beberapa Provinsi yang memiliki produksi sarung, baik berupa tenun, ada yang berupa songket, ada yang berupa batik, dan jenis-jenis sarung lainnya.

“Inilah kekayaan budaya yang tidak dimiliki bangsa dan Negara lain. Oleh karena itu, saya sangat menghargai Sarung Fest yang diadakan ini. Semoga kita memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap karya-karya yang dipamerkan pada Festival Sarung 2029”, Tandas Presiden.

Pada festival bertema “Sarung Sebagai Identitas Budaya Pemersatu Bangsa” tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM berperan menjadi leading sektor dalam acara tersebut bekerjasama dengan Kementerian terkait lainnya.

Selain itu, Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM atau Smesco Indonesia ikut berpartisipasi dalam pameran dan Festival Sarung Indonesia 2019. Keikutsertaan Smesco Indonesia ditandai dengan dibukanya display Rumah Sarung Indonesia (Rusari).

“Kita juga ikut fesyen show 20 setel dengan bawahan sarung. Ini sebagai bentuk dukungan kita atas terselenggaranya Pameran dan Festival Sarung Indonesia 2019 ini,” Kata Direktur Utama Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi, di sela-sela acara pembukaan.

Emilia mengatakan, Pameran dan Festival Sarung Indonesia ini, di laksanakan dalam rangka mempromosikan sarung-sarung yang ada di seluruh Tanah Air. Sekaligus untuk mempromosikan sarung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dan mentransformasikan sarung sebagai trendsetter serta gaya hidup modern bagi generasi milenial. 

“Dengan digelarnya Festival Sarung Indonesia ini, akan ikut mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya para UKM perajin sarung di lndonesia. Dan kegiatan ini merupakan gerakan Nasional yang didukung sembilan Kementerian dan Lembaga, dimana Menteri Koperasi dan UKM sebagai Ketua Dewan Pembina. 

Dalam gelaran tersebut, diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya pasar rakyat, pameran sarung, fashion on the street berbasis sarung, Karnaval sarung Indonesia, seminar dan sarasehan sarung. Yang tak kalah menariknya, acara itu juga dilaksanakan Lomba Foto Sarung Keren di media aosial (medsos) dengan tema ‘Sarung dan Negeriku.

Serta digelar jalan sehat sarung di beberapa kota, musik, fashion, bazaar, dan parade serentak di 6 Kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Kupang, Padang, dan Banjarmasin.

Terkait keberadaan Rumah Sarung ini, kata Emilia, menjadi prototype di pameran dan Festival Sarung Indonesia, sekaligus merupakan sarana edukasi, promosi, dan pemasaran sarung-sarung unggulan dari berbagai Provinsi di Indonesia dan menjadi pusat koleksi/khasanah dan referensi terbaik untuk mendapatkan sarung-sarung unggulan.

“Sarung itu kan budaya kita yang erat kaitannya dengan ekonomi rakyat, UKM pengrajin sarung. Sayangnya, saat ini di Majalaya banyak pabrik dan pengrajin sarung yang bangkrut, tinggal bangkai-bangkai mesin yang tidak beroperasi. Beruntung Smesco masih memiliki contohnya,” Ujar Emilia.

“Pertama Kali”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Sarung Fest IGK Manila mengatakan, gelaran acara Sarung Festival 2019 merupakan kegiatan yang pertama kali terjadi, Ungkapnya. (Red/Muji).